Ancaman Kelestarian Hidup di Mojokerto

aktivis tambang
Foto Ilustrasi

Oleh : Dwi Yuliyanto

Permasalahan tentang Tambang di Mojokerto memang bukan hal baru. Praktek pertambangan yang kerap kali tidak memperhatikan akan kelestarian lingkungan. Dalam kondisi saat ini, situasi lingkungan hidup di Jawa Timur, khususnya di Mojokerto bisa dikatakan sangat terancam. Hal ini disebabkan  masih banyaknya kasus perusakan dan penyerobotan wilayah kelola rakyat yang terus terjadi. Perusakan lingkungan hidup bisa dilihat dengan banyaknya pertambangan illegal belum lagi pertambangan yang masih menelantarkan wilayah bekas galiannya.

Mengutip data yang dihimpun melalui Korsup KPK (Koordinasi-Supervisi Komisi Pemberantasan Korupsi), Pertambangan Mineral dan Batubara (Minerba) pada tanggal 29 Agustus 2019 jumlah IUP di Jawa Timur mencapai 347 IUP dan mengalami penurunan sebanyak 31 IUP jika dibandingkan dengan data dari Kementrian ESDM pada tahun 2012 yaitu sebanyak 378 IUP.

Namun penurunan IUP dibarengi dengan peningkatan signifikan terhadap luasan lahan pertambangan di Jawa Timur. Pada tahun 2012 luas lahan pertambangan di Jawa Timur mencapai 86.904 hektar, namun pada tahun 2016 jumlah pertambangan di Jawa Timur meningkat sebesar 535%  atau menyentuh angka 551.649 hektar.

Di Mojokerto sendiri kasus pertambangan juga sering menimbulkan problem di tengah masyarakat. Pada awal tahun 2020 ini sudah ada sebanyak 86 proses pertambangan Galian golongan C yang beroperasi di Mojokerto ini. Dari 86 pertambangan yang ada di Mojokerto ini sebanyak 14 Pertambangan Galian C sudah mendapatkan izin operasi, sebanyak 19 Pengusaha tambang yang status izinnya sudah mati, dan sebanyak 53 pengusaha tambang galian C tidak memiliki izin operasi alias illegal. Melihat data diatas bisa dikatan bahwa Pertambangan yang memiliki izin aktif tidak sampai 20% dari total penambang yang ada di Mojokerto. Belum lagi persoalan tentang aspek pemulihan kerusakan lingkungan hidup pasca tambang yang masih bisa di bilang masih jauh dari harapan.

Baca Juga  Haul untuk Lingkungan Hidup yang telah Mati
Info grafis tambang Mojokerto

Melihat perihal di atas isu tentang meredupnya lingkungan hidup menjadi isu yang nyata di tengah masyarakat. Ancaman dan dampak yang muncul pun tidak main main, mulai dari hilangnya ruang hidup, ancaman pencaharian masyarakat karena sawahnya tergusur, sampai rusaknya mata air karena pencemaran dari proses pertambangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *