Bansos Masih Banyak Menimbulkan Kegaduhan, PMII Mempertanyakan Proses Pendataan

matamojokerto.com | Mojokerto – Bantuan Langsung Tunai (BLT) dan Bantuan Sosial (BANSOS) sudah mulai didistribusikan di kabupaten Mojokerto. Namun dalam pendataan dan penyalura masih banyak menimbulkan masalah karena dinilai tidak adil.


Proses penyaluran yang di tujukan terhadap pihak yang membutuhkan atau keluarga penerima manfaat (KPM) kerap tidak merata.


Melihat permasalahan dalam proses penyaluran distribusi Bansos dampak Covid 19 dan BLT yang masih menimbulkan keributan masyarakat, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Mojokerto mempertanyakan proses pendataan Keluarga Penerima Manfaat (KPM).


“Proses pendataan bantuan masih banyak mengalami keributan di masyarakat, tak jarang banyak warga yang mampu masih mendapatkan bantuan, padahal banyak juga warga yang tidak mampu mengeluh tidak mendapatkan distribusi bantuan. Tentunya kami mempertanyakan proses pendataan masyarakat layak mendapatkan bantuan.” Ujar Ihwanul Qirom.


Ihwanul Qirom yang saat ini menjabat sebagai ketua umum Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) juga menyoroti tentang kurangnya informasi tentang kriteria calon penerima bantuan.
“Banyak masyarakat mempertanyakan tentang kriteria calon penerima bantuan, karena mereka merasa banyak warga mampu, masih mendapatkan bantuan. Tentunya hal seperti ini menjadikan hilangnya kepercayaan masyarakat terhadap Pemerintah.” Imbuhnya.
“Kami mengharap pihak pemerintah mendengarkan keluh kesah dari masyarakat, dan segera melakukan pengecekan ulang, dan verifikasi data kebawah. Dan melakukan tindakan jika di temukan penyalahgunaan wewenang.” Pesan Ihwan.


Seperti yang disampaikan bupati (14/5/2020) bahwa tidak boleh ada data dobel atau ganda.
“Mudah-mudahan bisa segera cair (bansos), ini semua juga untuk peningkatan daya beli masyarakat. Bantuan ini sekali lagi saya tekankan, tidak boleh dobel atau ganda. Semua proses akan kita laksanakan secara seksama.” Ujar Pungkasiadi.


” Ingat, terapkan protokol kesehatan Covid-19 di acara ini. Kita tidak tahu siapa yang membawa virus. Kini juga ada orang tanpa gejala atau OTG. Jaga physical distancing, pakai masker, sering cuci tangan dan jaga kebersihan,” pesan bupati.

Baca Juga  Update Terbaru Covid 19 di Kabupaten Mojokerto


Untuk diketahui secara detail, besaran bantuan sosial tunai per keluarga per bulan sejumlah Rp 600 ribu, bakal diberikan selama tiga bulan yakni April, Mei hingga Juni 2020. Bantuan ini disalurkan secara tunai kepada para penerimanya. (DIY).

4 Comments on “Bansos Masih Banyak Menimbulkan Kegaduhan, PMII Mempertanyakan Proses Pendataan”

  1. Keluarga saya terdampak covid19 suami sopir angkot kota terminal mjkt tidak bisa mengoperasikan kendaraan sepinya penumpang & pemberian bantuan tidak merata untuk semua sistem pilih kenal aj!suami tidak termasuk mendapatkan bantuan itu!kami kecewa sekali

  2. Suami sdh kena dampak covid, lockdown dari perusahaan. Saya hanya ibu rumah tangga dg seorang anak disabilitas. Tapi pengajuan 3x tdk lolos sdgkan pengajuan dari warga yg lebih dan lebih mampu dari saya dapat lolos bantuan. Sebenarnya kriteria seperti apa yg dpt bantuan dari pemerintah utk dampak covid tsb?
    Terimakasih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *