BSI KOTA MOJOKERTO BERUPAYA AKTIF KEMBALI SETELAH PANDEMI COVID-19

Rapat Pengurus Bang Sampah Induk Kota Mojokerto

Matamojokerto | Mojokerto – Bank Sampah Induk (BSI) Kota Mojokerto merupakan sebuah induk pengelolaan sampah yang ada sejak tahun 2016 lalu. Aktivitas dari BSI Kota Mojokerto sendiri salah satunya adalah Program pelayanan/pemberdayaan kepada warga tentang materi 3 R (Reduce, Reuse dan Recycle) melalui kunjungan, penyuluhan, pembinaan, Pendidikan dan Pelatihan manajemen persampahan dan pembuatan kerajinan daur ulang dari sampah.

Di tengah pandemi covid-19 dari bulan maret sampai juni aktivitas BSI di non-aktifkan mengingat pemerintah sedang gencar-gencarnya melakukan upaya pencegahan penularan covid-19. Akibatnya operasional unit terhambat dan belum produktif seperti sebelumnya.

Setelah kurang lebih 3 bulan berhenti, kini aktivitas BSI Kota Mojokerto kembali aktif. Beberapa kegiatan serta agenda juga sudah dirancang. Mulai dari perencanaan pembuatan website sampai pembuatan media berbasis digital public relation akan diupayakan mengingat di tengah pandemi akses informasi sangatlah diperlukan.

BSI yang mempunyai sampai 150 unit aktif baik di lingkungan rumah tangga maupun lembaga pendidikan ini mulai berupaya memulai aktivitasnya kembali. Dari data yang didapat dari Direktur BSI Kota Mojokerto, Bagus Mukti, BSI dapat mengolah sampah pertahun sebanyak 1 ton. Namun kendati berkontribusi terhadap persoalan sampah di kota Mojokerto, perhatian pemerintah dinilai kurang dan masih belum bisa melihat dampak sampah bagi lingkungan.

Baca Juga  Dua Pasien Covid 19 Asal Kota Mojokerto dinyatakan Sembuh

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *