GeJe | Aktifis Atau Atipis (Ati Tipis) ?

matamojokerto.com/geje
Cak Ring (Kanan) dan Atipis (kiri)

Matamojokerto | Geje – Setelah membuat pesanan secangkir kopi (bukan UU Investasi) cak ring menuju teras  untuk mencari kursi yang kosong, melihat kekanan dan kekiri untuk mencari kursi yang kosong tak juga terlihat dengan bergumam.

“Gak nok nggon lunguh ngene.”

Setelah beberapa detik dia mencari akhirnya terlihat satu kursi yang kosong, dan untungnya lagi tidak ada yang berusaha untuk berebutan menduduki kursi tersebut, Apalagi harus mengeluarkan modal banyak untuk menduduki kursi itu, mungkin kursi yang tersisa hanya kursi sederhana yang terbuat dari kayu, tidak seperti kursi yang diduduki pejabat elit.

Dalam meja tersebut, di sisi lain dari kursi kosong tadi duduklah anak muda dengan bercelana jeans, kaos hitam, rambut rapi, arloji terpasang di pergelangan tangan kirinya, dengan menatap serius laptop didepannya, seperti aktifis jaman now.

“Mas, aku lungguh ken era popo ta ?.” sedikit sapaan dari cak ring mencari perhatian.

“Nggeh monggo pak.” ujar pemuda

“Suwon mas.” Ucap cak ring sambil menarik kursi untuk diduduki.

Setelah, 30 menit, mereka disitu, tanpa suara, dan cak ring resah (tidak usah dilagukan) karena hanya berdiam tanpa ada percakapan karena  lawan bicaranya sibuk dengan laptopnya. Akhirnya cak ring mencoba untuk membuka percakapan.

“Gelani mas seriuse oleh madep laptop.” Tegur cak ring membuka percakapan.

“eh, nggeh pak lagi nggarap web pak. Jawab pemuda itu.

“Web ? opo iku ?” Tanya cak ring.

“web yo seng metu nang internet iku pak.” Jawab simple pemuda.

“oh berate sampan seng ndue internet yo mas.” Tanya cak ring.

“yo iso di arani ngunu lah pak.” Jawab ala kadar karena tidak mau menjelaskan dari pemuda itu, mirip kayak DPR kalau di Demo.

Baca Juga  GeJe | Cak Ring Latihan Pahit

“Oalah mlete sampean, iso didelok nang HP ku berati” Tanya cak ring.

“iso pak, kari sampena ketik ae ‘justshare.id’ “ ucap pemuda

Setelah mengetik  cak ring bingung karena tidak bisa muncul.

“mas, kok gak kenek ngene ? jok mbijuki tah koyok pemerintah ae.” Kesal cak ring.

Lanjut ke Page 2

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *