Kopri PMII Mojokerto : PPDB Online perlu diawasi

Foto Ketua Kopri saat menyampaikan aspirasi ke pemkot
foto : Ketua Kopri PMII Mojokerto

Matamojokerto.com | Mojokerto – Proses PPDB atau Penerimaan Peserta Didik Baru sudah bisa diakses untuk melakukan Pendaftaran mulai tanggal Senin, (8 Juni 2020). Dalam menyambut PPDB, Ketua Kopri PMII Mojokerto menghimbau kepada Masyarakat untuk ikut memantau setiap proses tahapan karena rawan akan kecurangan.

Menurut Windy Aisty, proses PPDB rawan akan kecurangan dalam pemenuhan kuota dalam jalur PPDB yang sudah ditetapkan oleh Dispendik Kota Mojokerto.

“Prosesi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) rawan akan kecurangan. Kuota peserta didik baru yang sudah ditetapkan oleh dispendik riskan akan kecurangan dan manipulasi data.” Ujar Windy.

Dalam pandangan Windy Aisty yang saat ini menjabat sebagai ketua Kopri PMII Mojokerto, Kecurangan yang muncul seringkali dalam ke valid an data yang sering kali tidak tepat sasaran.

“Dalam pemenuhan kuota ini yang saya takutkan ada masyarakat yang layak untuk anaknya masuk, namun tidak dapat, contohnya dalam jalur afirmasi, ada warga yang kurang mampu namun tidak dapat, namun ada yang cukup mampu, namun bisa terdaftar dalam jalur ini, karena faktor lainnya. tentunya ini sangat merugikan.” Tambah windy.

Melihat hal tersebut Windy mengajak masyarakat ikut terlibat melakukan pemantauan agar meminimalisir proses kecurangan.

“Seperti kasus bansos kemarin, pemenuhan kuota dalam PPDB ini harus dipantau secara cermat sehingga tidak ada celah untuk melakukan kecurangan.” Pesan Windy.

Namun dalam penanggulangan prosesi kecurangan, Dispendik akan melakukan Verifikasi Zonasi dalam peminimalisiran kecurangan.

“Kami nantinya akan melakukan verifikasi data, dengan mensinkronkan antara titik koordinat dengan alamat tempat tinggal,” jelas Ning Ita.

dalam pembagian kuota PPDB di Kota Mojokerto, Ika Puspitasari juga menjelaskan, jalur zonasi warga Kota Mojokerto mendapatkan kuota sebanyak 60 %; sedangkan untuk warga luar Kota Mojokerto yang berbatasan langsung dengan mendapatkan kuota 5 %; jalur prestasi 15 %; jalur afirmasi (jalur ekonomi warga tidak mampu)15 %; kepindahan orang tua 5%; dan jalur kelas olahraga dengan kuota 1 rombel / kelas.

Baca Juga  Kota Mojokerto akan Melakukan Verifikasi Zonasi untuk Atasi Kecurangan

“Penduduk luar Kota Mojokerto yang memiliki perbatasan langsung, tetap akan diperbolehkan untuk sekolah di wilayah Kota Mojokerto, namun dengan catatan setelah warga Kota terpenuhi 100 persen,” kata Ning Ita Rabu 27/5/2020.

Di sisih lain Windy Aisty selaku ketua kopri tetap mengapresiasi langkah yang dilakukan Dispendik Kota Mojokerto karena sudah meluncurkan PPDB Online.

“Saya tetap mengapresiasi Dispendik Kota Mojokerto karena membuat platform ini (PPDB Online). Inovasi seperti ini memudahkan masyarakat dalam melakukan registrasi sekolah baru di tengah Pandemi seperti ini. Namun pengawasan tetap harus dilakukan agar tidak timbul kecurangan.” Ujarnya. (DIY)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *