Kurang Siap, Warga yang Membludak Kisruh di Dispenduk Kabupaten Mojokerto

Warga yang berebut nomor antrian Dispendukcapil

Matamojokerto | Mojokerto – Kantor Dinas Penduduk Dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Mojokerto diserbu masyarakat untuk melakukan pengurusan KTP dan Catatan Sipil pada, Sabtu (21 November 2020). membludaknya pengunjung sempat mengalami kericuhan karena kurangnya kesiapan dari petugas Dispenduk.

 

Masyarakat yang sudah datang sejak pukul 04.30 WIB berebut untuk mendapatkan antrian sehingga mengakibatkan aksi dorong yang berujung kisruh bahkan sampai terjadi pemukulan.

 

Menurut kesaksian dari warga Jatirejo yang datang, Nur, warga sudah berkumpul sejak puku 04.30 WIB.

“Saya datang sudah dari pukul 04.30 mas, untuk mengantarkan adik saya mengurus KTP baru, saya datang sudah banyak orang.” Jelas Nur.

 

Lebih lanjut, Mayoritas penduduk yang datang ke Kantor Dispenduk adalah warga yang datang hari hari lalu yang tidak kebagian nomor antrian.

“Warga datang hari ini rata rata warga yang sudah datang kesini tapi tidak kebagian nomor antrian.” Terangnya.

 

Akibat takut tidak mendapatkan nomor antrian lagi, warga akhirnya berebut untuk mendapatkan nomor antrian sehingga sempat terjadi ricuh.

“Iya mas, sampai ada yang adu pukul, sampai lari kedepan jalan.” Ucap Nur.

 

Akibat kericuhan tersebut banyak warga yang luka luka akibat berdesakan dan didorong.

“Kalo ibu ibu banyak yang luka akibat didorong, kalau pingsan saya tidak melihat, soalnya saat orang orang kisruh itu, saya lari kebelakang, takut.”

 

Tidak hanya itu, akibat masa yang berdesakan, ada juga yang memanfaatkan kondisi tersebut untuk melancarkan pelecehan seksual.

“Banyak warga perempuan yang mendapatkan pelecehan seksual.” Terangnya.

 

Masih kata Nur, mengenai pelayanan Dispendukcapil via online dia sudah mencobanya, namun untuk pembuatan KTP baru, diharuskan untuk langsung datang kekantor.

Baca Juga  Bansos Masih Banyak Menimbulkan Kegaduhan, PMII Mempertanyakan Proses Pendataan

“Via WhatsApp itu ya mas ? Sudah mas, tapi ketika saya coba balasannya Untuk perekaman KTP pemula bisa datang ke kantor besok untuk ambil antriannya, dan harus datang pagi.” Pungkasnya.

 

Selain itu, banyaknya warga yang berkumpul secara berdesakan di Kantor Dispenduk ini tentunya tidak sesuai dengan penerapan Protokol Kesehatan, dan mengingat kondisi yang masih Pandemi, dikhawatirkan untuk menjadi Claster Baru di Wilayah Kabupaten Mojokerto. (DIY)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *