Menaker : 1, 7 juta Pekerja dirumahkan Akibat Pandemi 

Foto Menaker dalam Kunjungan ke PCNU

Matamojokerto| Mojokerto – Mentri Ketenagakerjaan (Menaker), Ida Fauziyah, menyebut ada 1,7 juta orang buruh dirumahkan atau terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). 

Demikian, diucapakan oleh Ida Fauziyah saat melakukan kunjungan di Kantor Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Mojokerto, dalam rangka penyerahan bantuan Kementrian Ketenagakerjaan Republik Indonesia (RI), Sabtu (04/07/2020).

Menurutnya, wabah Pandemi Covid-19 tidak hanya berdampak pada kesehatan saja. Akan tetapi juga berdampak pada ekonomi dan pekerjaan masyarakat.

Ia menyebutkan, di dunia ini ada Milyaran orang yang di kehilangan pendapatan atau di PHK akibat Covid-19. Sedangkan di Indonesia, saat ini ada 1,7 Juta orang yang terdampak. Mereka ada yang tidak diberi upah kerja atau dirumahkan.

“Dari angkan 1,7 juta itu, Ada 380 ribu-an orang yang terkena PHK akibat pandemi Covid-19,” katanya.

Saat ini pemerintah sedang melakukan upaya-upaya pemulihan diberbagai sektor, antara lain, kesehatan, ekonomi, san membantu sosial masyarakat yang terdampak, Lanjut ida.

“Tak hanya kesehatan, secara pararel mau tidak mau pemerintah harus menyelesaikan sektor-sektor yang lain,” tegasnya.

Ia menjelaskan, bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia cukup bagus dibanding negara-negara lain pada kuartal pertama.

“Negara-negara lain sudah minus pertumbahan ekonominya. Alhamdulillah kita pertumbuhan ekonomoninya 2,9 persen pada kuartal pertama,” tambahnya.

Akan tetapi, pada kuartal selanjutnya, Ida menambahkan, pertumbahan ekonomi diperkirakan akan minus sampai 3 persen.

“Kita pada kuatal bisa bertahan. Namun saan ini kemungkinan akan minus sampai 3 persen. Dimana bisa berdampak pada peningkatan pengangguran,” tambahnya.

Menteri Ketenagakerjaan
Ida Fauziah dalam kunjungannya ke PCNU Kabupaten Mojokerto

Dalam kunjungan tersebut, Menaker secara langsung juga menyalurkan bantuan berupa 5 macam, yakni, BLK Komunitas kepada PCNU Kabupaten Mojokerto, paket kegiatan padat karya, paket APD untuk 26 Pesantren, paket tugas pembantuan untuk Dinas Tenaga Kerja, paket kegiatan tenaga kerja mandiri, dan inkibasi bisnis untuk 250 wirausahawan.

Baca Juga  Demi Meningkatkan Kewirausahaan Digital, Kemenaker Adakan Seminar IDE SUMMIT 2020 di Ayola Sunrise Kota Mojokerto

Dalam kesempatan itu, nampak hadir pula Ketua PCNU Kabupaten Mojokerto KH. Abdul Adzhim Alawy, Ketua PWNU Jawa Timur, KH. Marzuqi Mustamar, Bupati Mojokerto, H. Pungkasiadi, Ketua DPRD Kabupaten Mojokerto, Kapolres Mojokerto, AKBP Dony. (Lut)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *