Menjamurnya Komunitas Literasi di Mojokerto, Dinas Perpustakaan Mengharapkan Bisa Berkomunikasi

Foto Komunitas Literasi yang menggelar buku di Taman Makam Pahlawan Kota Mojokerto

Matamojokerto | Mojokerto – Sama sama memiliki visi untuk mencerdaskan Bangsa melalui membaca, Geliat aktifitas Komunitas yang berfokus pada literasi yang bermunculan di Kota Mojokerto mendapatkan tanggapan dari Dinas Perpustakaan dan Arsip Kota Mojokerto.

Dalam wawancara yang dilakukan Matamojokerto.com, Wahyu selaku kepala bidang pelayanan Dinas Perpustakaan dan Arsip Kota Mojokerto menyampaikan sangat menyambut gerakan Komunitas Literasi yang ada di Kota Mojokerto.

“Dengan konsep perpustakaan keliling, Komunitas Literasi sudah mulai terlihat satu tahun yang lalu, mungkin kedepannya bisa bekerja sama.” Ujarnya pada, Senin (16 November 2020).

Namun, lebih lanjut Wahyu mengatakan untuk bekerja sama masih terkendala dalam segi komunikasi dengan pihak Komunitas.

“Sejauh ini belum ada pihak dari komunitas untuk melapor kegiatan dan programnya kepada kami.”

Wahyu juga mengharapkan agar pegiat literasi ini untuk berkomunikasi ke pihak Dinas Perpustakaan agar bisa ditinjau kegiatannya.

“Seharusnya mereka (Komunitas) berkomunikasi dengan pihak Dinas Perpustakaan agar bisa memberikan imbauan dan dukungan.” Jelasnya.

Disisi lain Sutris, selaku Kasi Pelayanan Dinas Perpustakaan dan Arsip juga mengharapkan kordinasi dengan pihak Komunitas agar bisa mensinergikan gerakan kita.

“Alangkah baiknya mereka (komunitas literasi) dikordinasikan, sehingga kedepannya kita bisa mengetahui kegiatannya, sehingga bisa memberikan support komunitas literasi tersebut karena tujuan kita sama.” Jelasnya.

Lebih lanjut, Sutris menginformasikan dalam masa pandemi ini minat baca khususnya di Kota Mojokerto mengalami kemerosotan. Menurut laporan dari Dinas Perpustakaan dan Arsip Kota Mojokerto, pengunjung perpustakaan di kota Mojokerto mengalami kemerosotan hingga 80%.

“Pengunjung Perpustakaan di Kota Mojokerto mengalami penurunan yang sangat signifikan hampir 80%, bahkan diawal pandemi hampir tidak ada sama sekali.” Ujarnya. (DIY)

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *