Proyek Drainase yang Menelan Biaya Mencapai 1,7 M Terancam mangkrak

Salah satu lokasi proyek

Matamojokerto | MojokertoProyek pengadaan drainase yang menelan biaya mencapai Rp 1,7 miliar terancam mangkrak. Sepert kondisi proyek pengadaan pembangunan pembuangan air kotor yang berada di wilayah Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto.

Tidak hanya terancam mangkrak, warga sekitar juga mengeluhkan sejumlah U-getter yang dibiarkan berserakan di depan rumah dan lahan warga akibat molornya pengerjaan saluran air yang berada di 11 titik.

Salah satu warga di lingkungan Prajurit RW 2 Kelurahan Prajurit Kulon, Thoni mengatakan warga merasa resah akibat proyek drainase yang belum tuntas dalam pengerjaanya. Bahkan, dalam dua minggu ini tak terlihat adanya aktivitas pengerjaan.

 

“Warga resah apalagi tak ada pengerjaan. Kita khawatir membuat celaka warga, pengerjaan drainase dibiarkan begitu saja,” katanya, Selasa (17 November 2020).

 

Thoni juga mengatakan di lokasi terdapat ratusan U-gutter dibiarkan begitu saja berserakan di lahan dan depan rumah warga oleh kontraktor. Akibatnya, mengganggu akses jalan warga.

 

“Dibiarkan begitu saja, berserakan di depan rumah warga, jandinya akses warga terganggu. Saya harap segera diperhatikan,” tegasnya.

 

Berdasarkan data papan proyek, pengerjaan ugetter tersebut dikerjakan oleh PT Dwi Mulya Jaya dengan anggaran Rp 1. 727. 841. 691 yang dimulai 29 September 2020 sampai 17 Desember 2020 dengan total 80 hari kerja.

 

Sementara itu, Lurah Prajurit Kulon Sucipto Hariono mengatakan proyek pemasangan U-getter terdapat 11 titik Pengerjaan proyek saluran dengan total 1.988 udit yang akan terpasang. Ia mengaku memang di wilayah lingkungan Prajurit ada kendala pemasangan lantaran kondisi tanah yang labil.

 

“Untuk wilayah itu kita sudah komunikasi dengan warga,” katanya.

 

Baca Juga  Mengaku Dukun Pengganda Uang, ternyata orang ini pengedar uang palsu

Lebih lanjut Sucipto mengatakan di lokasi Lingkungan Prajurit yang lokasinya berada di sekitar area persawahan alat berat tidak bisa masuk ketika musim hujan.

 

“Namun kita sudah berupaya jika tetap alat berat tidak bisa masuk untuk memasang U-getter akan dipasang manual,” terangnya.

 

Saat ditanya apakah proyek akan sesuai target pengerjaan, ia menjawab proyek tersebut dipastikan selesai karena saat ini pengerjaanya sudah mencapai 79,77 persen.

 

“Yang jelas pasti selesai karena kami selalu melakukan monitoring seminggu sekali, dan proyek ini tidak memakai uang muka dengan harapan mereka tak akan lari seperti pemegang proyek sebelum sebelumnya”, terangnya.

 

Lebih lanjut, pria berperawakan rapi tersebut mengatakan bahwa pihaknya sudah melakukan pembayaran proyek termin pertama sebesar 45 persen.

 

“Kita sudah bayar termin pertama sebesar 45 persen yakni sekitar Rp 770 juta. Kita bayar apa yang dikerjakan dengan selisih 5 persen,” pungkasnya. (DIY)

 

 

admin
ADMINISTRATOR
PROFILE

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos

Baca Juga  PKD Online menjadi Inisiatif Baru di Organisasi PMII ditengah Pandemi
%d blogger menyukai ini: