Unik, Bebatuan Sungi Mojokerto Dicat Warna-warni Sambut Agustusan

Foto Batu Sungai Warna Warni di Tempuran, Pungging

Matamojokerto | MOJOKERTO – Warga Tempuran, Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto mempunyai cara unik untuk menyambut momen Agustusan.

Yakni, dengan cara mengecat warna-warni bebatuan sungai yang ada di Desa tersebut.

Mulanya, ide ini berangkat dari inisiatif pemuda-pemuda Karang Taruna Desa setempat. Yang kemudian didukung penuh oleh perangkat desa.

Alasan pengecatan itu, Wakil ketua karang taruna desa setempat, Arif mengatakan, sebagai langkah pengalihan kegiatan peringatan Hari Kemerdekaan RI atau biasa disebut dengan Agustusan. Karena saat ini masih dalam situasi pandemi Covid-19.

“Dimasa pandemi, kegiatan agustusan dialihkan untuk bersih-bersih sungai. Bagaiman caranya desa itu terlihat meriah dan bagus,” katanya, Selasa (04/08/2020).

Foto Batu Berwana Mojokerto

Selain itu, ia juga merasa resah karena sungai yang ada di desanya sering dijadikan tempat pembuangan sampah.

“Kita sering menjumpai tumpakan sampah disungai. Kadang juga pengendara yang melewati jembatan membuang sampah kesungai,” ungkapnya.

Tak hanya itu, lanjut Arif, banyaknya pencari ikan yang menggunakan obat, menyetrum, menjaring, dan menembak menjadi salah satu alasan agar kegiatan semacam itu tidak ada lagi.

Masih kata Arif, untuk proses pengerjaannya memakan waktu sekitar satu minggu.

“Perkiraan kita mengerjakan selama satu minggu, dengan warga desa,” ujarnya.

Ia sangat berharap, nantinya tempat ini menjadi refrensi rekreasi kecil-kecilan atau sekadar berswa foto warga Mojokerto. Namun, tetap memperhatikan protokol kesehat.

Sementara, Kepala Desa Tempuran, Ispadi mengapresiasi ide kreatif Karang Taruna.

Ia melihat, ide semacam ini bisa menjadikan sungai terjaga dari sampah. Sehingga, berdampak sangat baik bagi lingkungan dan masyarakat sekitar.

Ia mengaku, sebelum adanya pengecatan dan bersih-bersih sungai, sungai terlihat kurang sedap dipandang.

“Sebelumnya kondisi sungai sangat meprihatinkan, apalagi dimusim kemarau. Banyak warga atau pengendara yang melintasi jembatan membuang sampah disungai,” terangnya.

Baca Juga  Menaker : 1, 7 juta Pekerja dirumahkan Akibat PandemiĀ 

Ia menambahkan, siapapun boleh mengujungi tempat ini tanpa dipungut biaya dan tetap meperhatikan protokol kesehatan.

“Kami persilahkan diluar warga sini untuk berkunjung. Kita bisa menunjukkan bahwa warga desa sini mempunyai kreasi untuk menciptakan lingkungan yang lebik baik,” tandasnya. (LUT)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *