Upaya Pencegahan Covid 19, Polres Mojokerto Membentuk Kampung Tangguh di Bejijong

Matamojokerto.com | Mojokerto – Polres Mojokerto kini terus berupaya melakukan pencegahan penyebaran virus Covid 19, salah satu upaya yang dilakukannya yaitu dengan pembentukan Kampung Tangguh.

Setelah melakukan peninjauan yang dilakukan sendiri oleh Kapolres ke beberapa kampung pada Jumat (22/5/2020) terkait kesiapan kampung tangguh , desa Bejijong, Kecamatan Trowulan dipilih menjadi salah satu diantaranya.
Kampung Tangguh kali ini di bentuk oleh Polres Mojokerto berkerjasama dengan pihak pemerintah dan warga desa Bejijong, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Sabtu (23/05/2020).


Sebagai bentuk Kampung Tangguh, desa Bejijong kini memiliki fasilitas pendukung dalam memenuhi kesiapan pencegahan penyebaran virus covid 19, diantaranya tersedianya posko Desa untuk pusat pengolahan data warga, baik itu warga sekitar maupun pendatang yang masuk dan sebagai pusat pengendali kegiatan warga Desa Tangguh ;


Tersedianya pos jaga untuk melakukan check point pada jalur akses masuk desa. Adapun yang bertugas untuk mengisi pos tersebut diantaranya Linmas dari unsur perangkat desa; Babinsa dari unsur TNI; Bhabinkamtimas dari unsur Polri; dan warga setempat.


Fungsi dari Pos jaga ini melakukan kontrol dan pemeriksaan awal dan pendataan terkait siapa saja yang masuk ke Desa Bejijong dengan melakukan protokol kesehatan meliputi pengukuran suhu badan; mewajibkan memakai masker; mencuci tangan serta melakukan penyemprotan disinfektan terhadap kendaraan maupun barang bawaan warga.
Fasilitas lain dari Kampung Tangguh ketersediaan lumbung pangan mandiri; sarana berupa ruang karantina; bilik disinfektan pada fasum tempat ibadah yaitu Disinfection Chamber yang disediakan didepan Masjid Ds. Bejijong; tim kusus pemulasaran jenasah pasien covid-19 jikalau diperlukan untuk membantu pemakaman warga di Desa Bejijong.


“Kedepannya apabila terdapat masyarakat yang datang dari wilayah Zona Merah seperti Surabaya dan Kota daerah lainnya maka harus dilakukan isolasi mandiri di tempat karantina desa selama 14 Hari dan itu sudah merupakan resiko dari protokol pencegahan Covid 19, kunci utama Kampung Tangguh yaitu seluruh elemen masyarakat harus antusias mendukung upaya pencegahan penyebaran Covid 19, disiplin yang kuat untuk mematuhi peraturan dan semangat gotong royong untuk saling membantu,” tegas Kapolres.

Baca Juga  KPU Kabupaten Mojokerto akan melaksanakan Debat Publik Calon Bupati dan Wakil Bupati Mojokerto 2020


“Desa Bejijong sebagai Desa Tangguh diharapkan mampu memberikan pemahaman kepada warganya terkait pencegahan penyebaran Covid 19; bagaimana pola bertindak untuk mengatasi adanya warga yang terpapar maupun kesiapan penyediaan kebutuhan pangan mandiri di Desa Bejijong dengan melakukan gotong royong antar warga yang telah diwujudkan dengan sistem jemputan beras maupun uang.” Imbuhnya.


Dalam kesempatan itu, Kapolres memberikan bantuan berupa masker kepada Desa Bejijong, sebagai bentuk apresiasi terhadap perangkat desa dan warga Bejijong. (DIY)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *