Wabah Antraknosa Menyerang, Petani Cabai di Mojokerto Gigit Jari

 

Wabah Antraknosa, Petani Cabai, Mojokerto
Foto Petani Cabai

Matamojokerto | Mojokerto – Wabah Antraknosa yang menyerang lahan persawahan membuat petani cabai di daerah wilayah Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto gigit jari.

Penyebab wabah Antraknosa ini karena jamur Colletotricum Capsici yang muncul bersamaan dengan musim hujan. Sehingga mengakibatkan sebagian tanaman cabai membusuk, dan hasil panen petani cabai menurun drastis.

Melansir Surabaya.tribunnews.com, Seorang petani cabai, Arik Susanto warga Desa Cinandang, Kecamatan Dawarblandong mengatakan, Ia terpaksa panen lebih awal. Sebelum penyakit Antraknosa merusak seluruh tanaman cabai miliknya di lahan persawahan.

“Sudah tiga kali panen dan kondisinya memang seperti ini. Banyak tanaman cabai rusak terkena Antraknosa sehingga harus cepat dipanen agar tidak merembet ke tanaman lainnya,” ungkapnya, Sabtu (27/2/2021).

Menurutnya, penyakit Antraknosa muncul saat musim hujan. Kondisi yang lembab menjadi pemicu munculnya jamur.

Hal ini menjadikan tanaman cabai rontok dari tangkai dan busuk sebelum dipanen.

“Apalagi, tanaman yang rusak mulai dari cabai yang masih kecil berwarna hijau sampai siap panen sudah warna merah.” Ujarnya

“Kami tetap panen cabai yang rusak untuk dikeringkan dan dijual meski harganya jatuh setidaknya dapat mengurangi kerugian,” jelasnya.

Arik mengaku, biasanya lahan persawahan tanaman cabai luas sekitar 200 meter persegi miliknya dalam kondisi normal dapat panen sebanyak 1,5 kuintal. Akibat adanya penyakit Antraknosa ini hasil panen turun yang kini kurang dari satu kuintal.

“Masa panen maksimal yaitu keempat dan kelima kalau kondisi normal hasil panen mencapai 1,5 kuintal namun sekarang turun tidak sampai satu kuintal,” terangnya.

Para petani berharap pemerintah daerah bisa melakaukan penanganan dan pengendalian wabah Antraknosa yang menyerang tanaman cabai.

Petani mengeluh, karena disaat hasil panen turun drastis harga cabai justru merangkak naik.

Baca Juga  Wisata Budaya di Mojokerto Sudah Dibuka

Harga cabai terkini dari petani sekitar Rp 70.000 per kilogram. Sedangkan di pasaran harga Rp 90.000 hingga Rp 100.000 per kilogram. (DIY)

“Harganya cabai lumayan tinggi sehingga semoga dapat menutupi hasil panen yang menurun meski begitu balik modal saja sudah bagus,” tandasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *